Popular Posts

19.12.16

COMEBACK di Akhir Tahun

AIM BEK.

Apa yang membuat saya kembali nulis disini walaupun blog ini sudah berdebu dan berubah menjadi ghost town?

Dan apa juga yang membuat diri ini mengubah gue, gw, yang sudah melekat di blog ini selama sembilan tahun menjadi saya? (Ini sih karena umur saya udah dua puluh tiga, dan rasanya blog ini harus lebih sopan daripada di line atau tumblr. Kesannya blogspot ini keramat gimana gitu wkwk)

Kemarin saya lagi beres2in harddisk yang makin lama makin penuh sesak. Sambil menelusuri folder demi folder saya juga menelusuri masa lalu (ciye). Kemudian ada satu video yang memanggil-manggil untuk ditonton. Vlognya charlieissocoollike berjudul 'How to be Famous'. Fyi saya punya video ini tentunya bukan karena menyangka ini adalah video tutorial dan saya pengen famous ya haha.

Intinya di video ini dia ngomongin soal how people want to be celebrities only for the sake of being celebrities. Saya ngangguk2, bener juga.. kemudian dia melontarkan opini yang membuat saya langsung tergugah (apanih) tergoyah (kamus mana kamus) dan tergerak untuk kembali ngepos di ghost town ini. Begini kutipannya:

"If you do make something that you proud of and you want to put out into the world, then do.
If people like it then that's great, and if they don't, that doesn't matter because your responsibility shouldn't be towards trying to make yourself famous. Your responsibility should be towards yourself. and try to make something that you, yourself proud of. " 

We.o.we

Selama ini saya meninggalkan blog ini karena menganggap saya mesti ngepos sesuatu yang bikin visitor blog ini nambah. Bgaimanapun caranya blog ini harus terkenal! Terekspos! Terserah deh.. sampai meninggalkan esensi dari menulis blog itu sendiri (menumpahkan uneg uneg dan menyalurkan hobi menulis) wah pola pikir begini bahaya juga. Sama aja dengan nutup keran ide sendiri yak ckck

Kemudian saya masih menulis, tapi tertutup. Confidential. Biarkan saya sendiri yang baca, saya sendiri yang menikmati, dan saya sendiri yang menilai. Skill menulis diam di tempat dong. Ga ada yang bisa baca, ngasih saran, kritik, kecuali saya sendiri.

Kemudian berkat opini emas (hadeh) di atas, saya jadi tersadar lagi. Ini passion (asik bener diksinya) saya sejak kecil. Menulis (apapun). Masa iya mau dihentikan begitu saja karena takut 'ga ada yang peduli'? Seperti kata kutipan di atas, "kalau ada yang suka, itu bagus. Kalau tidak, tak apa."

Daripada kependem (?) sendiri ye gak. Jadi kalau kalian kalian semua (yang mengunjungi ghost town ini haha) mempunyai sesuatu yang ingin kalian tunjukkan, lakukanlah! Ya tapi yang bener2 aja ya, jangan macem2 dan keluar dari koridor kewajaran dan kebenaran. Nulis macem2 bukan berarti ga ada saringannya. Filter itu perlu jangan lupa.

Jadi mulai sekarang saya (mungkin) akan ngepos lagi disini, menyuarakan tulisan saya pada dunia (walaupun mungkin akan lebih banyak uneg2nya dibanding tulisan bermutunya wkwk). Jadi tunggu bacotan saya ya.



10.6.13

Nonton [MV/VarShow]


Oke, sebenernya setiap orang itu 'biased', punya bias *woy bukan woy*. Maksudnya semua orang itu ga pernah bisa netral. Sering kan kita denger di berita atau koran atau media apapun  "kami menyampaikannya dengan netral". Padahal menurut gue ga ada omongan yang netral. Yah, kecuali general truth, ini kan yang lagi diomongin pendapat. Nah, karena semua orang itu biased, semua orang punya pendapat yang berbeda.

Itulah. *apa?*

Itulah yang bikin orang punya pendapat yang berbeda walaupun mereka habis nonton sesuatu yang sebenernya sih sama.

*Abis nonton MV*
A: Gila keren banget, dance nya lebih sulit daripada comeback yang kemarin!
B: Iya keren, tapi kalo kata aku dance yang ini sama aja ah. Malah lebih simple. Yang kemarin kan belibet banget gerakan kakinya. 

Padahal yang ditonton sama. Kok omongannya beda?

Pendapat tiap orang berbeda. Menurut cara pandang masing-masing. Mata dan otak A kan beda sama punya nya B.

Pendapat orang pun bisa merubah mindset orang lain. Misalnya nih ya, keluar variety show baru.

A: Aku udah nonton episode satu nya, ih si cewe yang itu ngeselin. Sok manja gitu deh
B: Masa? aku belum nonton nih. Manja gimana emangnya?
A: (cerita)

Kemudian si B nonton deh variety show itu dengan satu kalimat pendapat yang udah masuk ke otaknya "Cewe di variety show yang itu ngeselin". Lalu ada kemungkinan B akan mikir "Masa sih? Engga ngeselin ah perasaan. Tapi ... iya juga ya."



Padahal menurut B cewe itu biasa aja, tapi karena pendapat A yang nempel di otaknya, ke-ngeselin-an (?) cewe itu bisa nambah dan bikin B juga jadi punya pikiran yang sama dengan A. Ga jadi punya pikiran yang sama juga sih, jadi menyetujui premis yang dikasih A gitu.

Premis-premis itulah yang bisa membentuk mind set orang *tsah kata-kata gue jadi berat padahal ini topiknya ringan lol* 

A: MV baru keren deh apalagi pas 3:28 ada efek CG yang bikin kaget! 

Yahhhhh... pas B nonton MV nya, dia bentar bentar liat ke timer dan pas 3:27 dia tau akan ada sesuatu yang mengejutkan di detik berikutnya. Si B masih kaget sih liat CG nya, tapi kan ga 100%. 

Jadi ga afdol gitu kan. Coba aja di A ga ngasih tau begituan. Wih, si B kagetnya bisa pol banget. Sampe jantungan *eh *kok jadi membahayakan

Jadi intinya, pendapat yang berupa spoiler itu ...... ada baiknya ga disampaikan demi kepentingan bersama (?). Kan asik kalo kita nonton MV/variety show dengan pikiran yang jernih (?). Kita jadi bisa membentuk pendapat sendiri yang murni dari pikiran kita, bukan tambahan atau persetujuan dari pendapat orang. Yah, pokoknya memulai untuk menonton sesuatu tanpa spoiler itu lebih baik. *Tuh kan topik nya ringan.*

Udah ah. Pegel pundak.
-versavegas

*pic's not mine. credit to the owner. the pic is ultra kiyomi btw ><*